Halaman

Keahlian Dan Kebajikan

Pelajaran

Kebudayaan

Dakwah

Wanita

Belia

Anugerah

Menjadi Ahli PBS

 

Toghellen

PERTEMUAN DENGAN KETUA YAYASAN PENDIDIKAN DAN SOSIAL DARUL FIKRI

Tarikh: 10 November 2009

Tempat: Restoran Makmur & Pejabat Hj. Faizal Wahyuni

Yayasan Pendidikan dan Sosial DARUL FIKRI:
Bapak Baharuddin S.H.,M.M.

Wakil PBS:
Hj. Faizal,Hj. Mohd. Seain , Hj. Salleh Ahmad dan Hj. Morni Sulaiman.



------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

1. PERTEMUAN DENGAN BAPAK CUK SUGRITO DAN BAPAK DAIFI BUANG

Wakil PBS yang terdiri dari Hj. Faizal Wahyuni,Hj. Salleh Ahmad,Hj. Diman Ahadi dan Hj. Morni Sulaiman telah mengadakan pertemuan sambil menjamu selera dengan Bapak Daifi Buang ,Ketua Pemuda Bawean Gresik dan Bapak Cuk Sugrito ,Penasehat BEKU Bhei Bhei di Chai Chee Seafood Restaurant pada Hari Rabu 21 Januari 2009 dari jam 8 .00 hingga 10.15 malam .


Dari kiri: Bapak Daifi Buang, Hj, Salleh Ahmad, Hj. Faizal Wahyuni dan Pak Cuk Sugrito

Presiden PBS , Haji Faizal Wahyuni telah membincangkan dengan Pak Sugrito tentang hasrat PBS untuk membawa masuk rombongan BEKU Bhei Bhei ke Singapura untuk Salam Lebaran 2009.Di antara acara seni yang disarankan oleh Hj. Faizal ialah : Jibul, Mandiling Tradisional ,Mandiling Garapan,Samra dan Pencak Silat. Hj. Faizal telah mengusulkan kepada Pak Cuk Sugrito supaya memberitahu beliau tentang kos yang diperlukan untuk membawa masuk BEKU Bhei Bhei ke Singapura , untuk di pertimbangkan oleh PBS.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

2. TUKAR ANGKATAN, MAULID ALA BAWEAN

BATAM (BP) - Jika biasanya peringatan maulid nabi Muhammad diperingati dengan ceramah agama, Ikatan Keluarga Bawean Batam (IKBB) memperingatinya dengan cara berbeda. Selain ceramah agama, IKBB mengisinya dengan acara tukar-menukar ember berisi beragam jenis barang di Masjid Al Mutaallim, Seipanas, Minggu (19/4) kemarin

Barang yang diisikan di dalam ember berukuran sedang itu jenisnya beragam, mulai makanan, barang pecah belah hingga uang dimasukkan ke dalamnya. Ember berisi barang itu disebut ”angkatan” atau barang yang diangkat ke masjid. Budaya tukar-menukar angkatan itu merupakan budaya orang Bawean dalam memperingati maulid nabi. Begitu komunitas warga Bawean itu ada di Batam di awal tahun 1970 silam, budaya itu tetap dipelihara oleh para perantau Bawean di Batam. ”Biasanya acara maulud warga Bawean di Batam ini juga diikuti warga Bawean yang ada di Singapura. Tapi, hari ini mereka tak datang,” kata Ketua IKBB Mansyur Hamami.

Dalam acara itu, setiap warga membawa angkatan ke Masjid Al Mutaallim. Setelah penceramah menyelesaikan ceramah agamanya, angkatan itu kemudian dibagikan secara acak kepada warga yang datang menghadirinya. Kaya-miskin semuanya mendapatkan angkatan yang hampir sama, tak ada perlakukan istimewa. Warga yang menerima pun senang, tak ada yang protes seandainya isi angkatan yang mereka terima tak sesuai selera mereka.

Selain untuk memperingati maulid nabi, acara kemarin itu juga digunakan oleh 500-an warga Bawean yang hadir untuk bersilaturrahmi dan saling berkenalan. Kadang dari acara semacam ini, saudara yang lama tak bertemu bisa bertemu kembali.

Tema yang diangkat dalam acara kemarin mempererat silaturrahmi guna mewujudkan Batam sebagai bandar dunia madani. Hadir dalam acara itu Kepala BKD Kota Batam Khusnul Hafil yang mewakili Wali Kota Ahmad Dahlan, anggota DPRD Kepri Saidul Khudri dalainnya.(med).

Sumber Asal : Yusuf Hidayat ,ESONT

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

3. PERTEMUAN DENGAN PENGURUS IKATAN KELUARGA BAWEAN BATAM

Ilatan Keluarga Bawean Batam telah mengundang Persatuan Bawean Singapura (PBS) untuk hadir di acara Majlis Perlantikan Pengurus IKBB sekaligus Halal bi halal Bawean Batam (IKBB) pada 16 November 2008.

Majlis tersebut di adakan di Hotel Golden View,Bengkong Laut , Batam dan di resmikan oleh wakil Walikota Batam.

Wakil PBS yang menghadiri majlis tersebut terdiri dari : Hj.Diman Ahadi , Hj. Morni Sulaiman,Hj. Arifin Mohamed Salleh ,dan Hjh. Rohani Dahri .

Wakil-wakil PBS berpeluang berinteraksi dengan ahli jawatankuasa Pengurus IKBB dan toghellen-toghellen yang hadir di majlis tersebut. Setiausaha PBS Hj. Morni dan Naib Setiausaha I , Hj. Arifin telah menggunakan kesempatan tersebut untuk berbincang dengan Ketua Pengurus IKBB – Bapak Mansyur Hamami berkaitan usaha- usaha untuk mengeratkan silaturrahim diantara IKBB dan PBS.

   

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

4. In Memoriam H. Buang Masadin, PBM ( 1 )

Media Bawean, 6 Mei 2009

Kyai Anwari Faqih dengan Hj. Buang Masadin PBM

Kyai Anwari Faqih dengan keluarga Hj. Buang Masadin PBM

Kyai Anwari Faqih dengan keluarga Hj. Buang Masadin PBM

 

H. Buang Masadin PBM. sudah berpulang kerahmatullah beberapa hari yang lalu, Beliau dilahirkan di Pulau Bawean tepatnya di Dusun Rujing Desa Kebuntelukdalam Sangkapura Gresik.

"H. Buang Masadin PBM. pada masa mudanya tidak pernah sekolah formal, tetapi tekun mengaji kepada Kyai di Pulau Bawean," begitulah penuturan Kyai Anwari Faqih saat ditemui Media Bawean dikediamannya.

Kedekatan Kyai Anwari Faqih dengan H. Buang Masadin PBM. bukan sekedar kenal biasa, tetapi menurutnya pertama kali Kyai Anwari Faqih Ke Singapura berkat undangan H. Buang Masadin saat menghadiri pernikahan anaknya bernama Amir bersama Haridah puteri KH. Abdul Malik Batusendi.

"Saat mudanya Buang Masadin dikenal memiliki kelebihan di kampungnya, yaitu punya kekuatan bathin yang luar biasa. Kemudian menikah dengan orang Kebuntelukdalam bernama Hj. Habibah. Selanjutnya H. Buang Masadin PBM. pergi ke Singapura dan menetap disana," kata Kyai Anwari Faqih Pengasuh Ponpes Umi Rotiah Kebuntelukdalam.

Saat menghubungi keluarganya Dra. Muslimah, ternyata tidak banyak mengetahui sejarah H. Buang Masadin, hanya menurutnya, "Ketemunya H. Buang Masadin PBM. dengan Hj. Habibah, setelah di obati saat sakit ternyata sembuh,"katanya singkat. (bst)

4. In Memoriam H. Buang Masadin, PBM ( 2)

Media Bawean, 7 Mei 2009

Masjid Kebuntelukdalam

Mushallah Di Rujing Kebuntelukdalam

H. Buang Masadin, PBM. setelah naik haji berganti nama H. Masyhur, tetapi orang lebih mengenalnya nama H. Buang Masadin, PBM. Ditanah kelahirannya desa Kebuntelukdalam, ternyata sumbangan yang diberikan oleh H. Buang Masadin, PBM.

Bila bertanya kepada semua orang di Kebuntelukdalam, khususnya orang dewasa sampai orang tua, "Apakah kenal dengan H. Buang Masadin, PBM?" Jawabnya, "Pak Haji yang sering memberikan bantuan dan shadoqah," katanya.

Sejak tahun 1971 sumbangannya untuk pendidikan di Kebuntelukdalam, seperti bangku, kursi dan fasilitas sekolah lainnya sudah diterima oleh warga Kebuntelukdalam. Sehingga sekolah tersebut diberi nama MI Abu Bakar Ali Masyhur, kenapa diberi nama MI Abu Bakar Ali Masyhur ? Kyai Anwari Faqih menjawab? Pada saat itu H. Masyhur datang ke Kebuntelukdalam bersama konglomet di Malaysia bernama Abu Bakar. Dan sumbangannya sangat besar ke Madrasah Ibtidaiyah di Telukdalam," katanya.

Kyai Anwari Faqih mengakui bahwa sumbangan H. Buang Masadin, PBM. ke Pondok Pesantren Umi Rotiah yang diasuhnya sekarang sangat besar dalam pembangunannya, termasuk lembaga pendidikan MTs. MA. Himayatul Islam yang dikelolanya juga banyak sumbangsihnya.

"Setiap pulang ke Pulau Bawean, H. Buang Masadin, PBM selalu memberikan sumbangan ke Masjid Kebuntelukdalam, termasuk langgar di Rujing Kebuntelukdalam. Bahkan pada tahun 1985, pembangunan jalan raya dari Pamona ke Kebuntelukdalam juga bantuan dari H. Buang Masadin, PBM. sebesar Rp.25 juta," kata Kyai Anwari Faqih Pengasuh Ponpes Umi Rotiah.

Ponpes Umi Rotiah Kebuntelukdalam

MTs. MA Himayatul Islam Kebuntelukdalam

Jalan Pamona – Kebuntelukdalam

 

"Beliau sangat dermawan untuk urusan ummat di desa Kebuntelukdalam,"lanjut Kyai Anwari dengan nada penuh kenangan kepada H. Buang Masadin, PBM.

"Pesan Almarhum yang sangat kami ingat adalah setiap pulang ke Bawean pasti dengan sekeluarga lengkap, alasannya agar keluarganya tidak melupakan Pulau Bawean. Terbukti setiap pulang ke Bawean, beliau selalu membawa keluarga besarnya, bahkan banyak orang lain ikut bersamanya," ujar Kyai Anwari.

Bersambung
Sumber Asal : Abdul Basit & Hj. Samri Barik
Media Bawean